Pemerintah Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, menargetkan untuk mencapai status desa mandiri di bidang ekonomi, khususnya melalui sektor peternakan sapi, pada tahun 2027. Target ambisius ini didasarkan pada komitmen kuat yang diungkapkan oleh Kepala Desa Sekarjati, Sugeng.
Dalam sisa masa jabatannya yang telah diperpanjang dua tahun, Sugeng menyatakan fokus utamanya adalah mewujudkan kemandirian desa yang akan dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).
Kelompok Tani Sumber Widodo Jadi Andalan
Salah satu langkah nyata menuju target tersebut adalah melalui pengembangan kelompok tani. Sugeng menjelaskan bahwa bantuan ternak sapi yang diberikan pada tahun 2023 lalu telah disalurkan kepada Kelompok Tani Sumber Widodo, yang diketuai oleh Sutrisno.
Kelompok tani ini telah menunjukkan kinerja luar biasa. Buktinya, mereka berhasil mewakili Kabupaten Ngawi dalam ajang lomba agrobisnis peternakan tingkat provinsi. “Alhamdulillah, kemarin baru saja mewakili Kabupaten Ngawi lomba agrobisnis peternakan tingkat provinsi,” kata Sugeng. Ia menambahkan bahwa tim dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur telah melakukan verifikasi langsung terhadap kelompok tersebut.
Pengelolaan Peternakan Sapi secara Komunal
Saat ini, Kelompok Tani Sumber Widodo mengelola 20 ekor sapi dengan sistem komunal, dan jumlah ini kini telah bertambah menjadi 30 ekor. Semua ternak dikelola secara terpusat di atas tanah bengkok desa yang difasilitasi oleh pemerintah desa.
“Kelompok tani yang paling baik di bawah binaan kami, alhamdulillah mampu mewakili Kabupaten Ngawi untuk mengikuti lomba tingkat provinsi,” ujar Sugeng. Ia juga menyoroti tantangan dalam mencari sapi yang berkualitas, yaitu sapi yang sudah bunting 5-6 bulan, untuk memastikan program ini segera membuahkan hasil.
Dengan semangat dan program yang terstruktur, Desa Sekarjati optimis dapat mencapai target kemandirian ekonomi pada tahun 2027 dan menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya.